Sehat Tetapi Tidak Setara: Pemetaan Ketimpangan Geografis Akses Pelayanan Primer di Indonesia

Authors

  • Muhammad Sobri Maulana RSAU Prof dr. Abdulrachman Saleh Jakarta Author
  • Dwitia Pratiwi RSAU Prof dr. Abdulrachman Saleh Jakarta Author
  • Arditya Prayogi Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan image/svg+xml Author

Keywords:

akses geografis, pelayanan kesehatan primer, Puskesmas, ketimpangan kesehatan, pemerataan

Abstract

Ketimpangan geografis tetap menjadi tantangan penting dalam pemerataan pelayanan kesehatan primer di Indonesia, karena keberadaan fasilitas tidak selalu identik dengan kemudahan masyarakat menjangkaunya. Penelitian ekologis potong lintang ini bertujuan memetakan distribusi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada 38 provinsi dengan menggunakan data registrasi resmi Semester II 2025. Analisis mencakup jumlah Puskesmas, proporsi fasilitas rawat inap, agregasi tujuh makro-region, koefisien variasi, rasio maksimum-minimum, kurva Lorenz, dan koefisien Gini. Indonesia memiliki 10.337 Puskesmas teregistrasi, terdiri atas 6.021 Puskesmas non-rawat inap dan 4.316 Puskesmas rawat inap. Jawa menampung 32,8% fasilitas nasional, sedangkan Maluku 3,8% dan Papua 7,1%. Distribusi fasilitas antarprovinsi menunjukkan koefisien Gini 0,420 dan koefisien variasi 0,911. Proporsi Puskesmas rawat inap sangat beragam, dari 4,5% di DKI Jakarta hingga 87,6% di Nusa Tenggara Barat. Temuan menegaskan bahwa jumlah fasilitas dan konfigurasi kapasitas merupakan dimensi berbeda. Kebijakan pemerataan perlu mengintegrasikan ketersediaan fasilitas dengan kebutuhan penduduk, waktu tempuh, keterpencilan, tenaga kesehatan, dan kesiapan layanan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2025). Penduduk, laju pertumbuhan penduduk, distribusi persentase penduduk, kepadatan penduduk, rasio jenis kelamin penduduk menurut provinsi, 2025. BPS-Statistics Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tahun 2023. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/314/2026 tentang Data Pusat Kesehatan Masyarakat Teregistrasi Semester II Tahun 2025.

Laksono, A. D., Wulandari, R. D., Rohmah, N., Rukmini, R., & Tumaji, T. (2023). Regional disparities in hospital utilisation in Indonesia: A cross-sectional analysis data from the 2018 Indonesian Basic Health Survey. BMJ Open, 13(1), e064532. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2022-064532

Leosari, Y., Uelmen, J. A., & Carney, R. M. (2023). Spatial evaluation of healthcare accessibility across archipelagic communities of Maluku Province, Indonesia. PLOS Global Public Health, 3(3), e0001600. https://doi.org/10.1371/journal.pgph.0001600

Maulana, M. S., Pratiwi, D., & Prayogi, A. (2026). MolecuTrace: Development of a Web-Based Molecular Oncology Dashboard for Integrating Sample Metadata, SNV Profiles, and Cancer Stage Classification. Journal of Intelligent Systems and Information Technology, 3(2).

Maulana, M. S., Pratiwi, D., & Prayogi, A. (2026). RadOnco-Priority: Machine Learning Decision Support for Radiotherapy Queue Prioritization Using Real-World Retrospective Radiotherapy Referral Data. SAGA: Journal of Technology and Information System, 4(2), 607-615.

Pratiwi, A. B., Setiyaningsih, H., Kok, M. O., Hoekstra, T., Mukti, A. G., & Pisani, E. (2021). Is Indonesia achieving universal health coverage? Secondary analysis of national data on insurance coverage, health spending and service availability. BMJ Open, 11(10), e050565. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2021-050565

Tjokroprawiro, B. A., Sulistya, H. A., Muharram, F. R., Ulhaq, R. A., Izza, A., Prasetyo, B., Novitasari, K., Wiweko, B., Habibie, P. H., Lukmana, A. A. I., & Asari, M. M. H. (2024). Geospatial access to emergency obstetric surgery in Indonesia: Is travel time for access too long? Annals of Global Health, 90(1), 82. https://doi.org/10.5334/aogh.4598

WHO & UNICEF. (2022). Primary health care measurement framework and indicators: Monitoring health systems through a primary health care lens. World Health Organization and United Nations Children’s Fund.

Xu, R., Xu, C., Wu, L., Xie, X., & Mu, T. (2024). Spatial accessibility and equity of primary healthcare in Zhejiang, China. International Journal for Equity in Health, 23, 247. https://doi.org/10.1186/s12939-024-02333-x

Yudono, A., Afrianto, F., & Hariyanto, A. D. (2023). The evaluation of geographical health facilities structure in Makassar City, Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(6), 5210. https://doi.org/10.3390/ijerph20065210

Published

05-09-2026

Data Availability Statement

Seluruh data yang mendukung hasil penelitian ini telah disertakan dalam artikel.

Issue

Section

Articles

How to Cite

Maulana, M. S., Pratiwi, D., & Prayogi, A. (2026). Sehat Tetapi Tidak Setara: Pemetaan Ketimpangan Geografis Akses Pelayanan Primer di Indonesia. MANTRA: Jurnal Riset Multidisiplin Berkelanjutan, 1(1), 35-46. https://jurnal.ihsancahayapustaka.id/index.php/mantra/article/view/667