Tradisi Nyabis Dalam Pendidikan Karakter Keluarga Madura: Resistensi Kultural Terhadap Ekstremisme Keagamaan

Authors

  • Helyati Helyati Universitas Islam Negeri Madura Author
  • Mohammad Muchlis Solichin Universitas Islam Negeri Madura Author

DOI:

https://doi.org/10.66031/ihsan.v2i1.524

Keywords:

Tradisi Nyabis, Pendidikan Karakter, Keluarga Madura, Resistensi Kultural, Ekstremisme Keagamaan

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tradisi Nyabis dalam pendidikan karakter keluarga Madura sebagai bentuk resistensi kultural terhadap berkembangnya ekstremisme keagamaan. Di tengah meningkatnya isu radikalisme dan menguatnya kecenderungan keberagamaan yang eksklusif, masyarakat Madura sebenarnya telah memiliki mekanisme budaya yang berfungsi sebagai sarana transmisi nilai-nilai sosial, moral, dan keagamaan yang moderat melalui tradisi Nyabis. Nyabis adalah budaya silaturrahim kepada tokoh agama atau tokoh yang dihormati di Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi untuk memahami makna, praktik, dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi nyabis yang masih dilestarikan oleh keluarga Madura di kecamtan Pragaan. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan anggota keluarga Madura, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyabis berfungsi sebagai media internalisasi nilai-nilai kemaduraan yang mencakup penghormatan kepada orang tua dan ulama, solidaritas sosial, kerendahan hati, gotong royong, toleransi, serta religiusitas yang inklusif. Nilai-nilai tersebut ditransmisikan secara turun-temurun dalam lingkungan keluarga sehingga membentuk karakter individu yang berorientasi pada harmoni sosial. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa tradisi Nyabis menjadi alternatif model resistensi kultural yang efektif dalam membangun ketahanan keluarga terhadap penetrasi ideologi ekstremisme keagamaan dengan memperkuat karakter individu dengan melestarikan kearifan budaya lokal yang selaras dengan nilai-nilai Islam wasathiyah yang humanis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal sebagai strategi pendidikan dan penguatan karakter keluarga dan pencegahan ekstremisme keagamaan dalam masyarakat di era disrupsi.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Helyati Helyati, Universitas Islam Negeri Madura

    Helyati, S. Ag. M. Pd adalah seorang guru, dan saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral di universitas Islam Negeri Madura dan seorang peneliti study Islam yang memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan dan literasi yang berhubungan dengan pendidikan dan penguatan karakter anak dan masyarakat. Latar belakang pendidikan komunikasi dan penyiaran Islam serta magister pendidikan agama Islam memperkuat fokus kajian dan penelitiannya dalam pendidikan dan penguatan karakter anak dan masyarakat.

  • Mohammad Muchlis Solichin, Universitas Islam Negeri Madura

    Prof. Dr. K. H. Muchlish Sholichin, M. Ag. adalah seorang Kiai, dosen, Ka. Prodi Studi Islam di program doktoral di Universitas Islam Negeri Madura. Konsentrasi dan pakar keilmuan serta fokus keilmuan beliau tentang pendidikan Islam yang humanis dan moderat serta study interdisipliner dalam study Islam yang moderat.

References

Maulidi, A., Wardi, M., & Musleh. (2023). The mysticism of cultural education in Indonesia: Phenomenological review of Nyabis in Madura. Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya, 8(2), 175–183. https://doi.org/10.25217/jf.v8i2.4020

Arif, K. M. (2020). Konsep Moderasi Islam dalam Pemikiran. Millah: Journal of Religious Studies, 19(2), 307–344. https://doi.org/10.20885/millah.vol19.iss2.art6.

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. G. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (pp. 241–258). Greenwood Press.

Dimadura.id. (2023). 3 tantangan besar ini jadi acuan program PC ISNU Sumenep 2026. https://dimadura.id/sumenep/1497/3-tantangan-besar-ini-jadi-acuan-program-pc-isnu-sumenep

Rohman, R., Rahman, L. R., & Sukoco, A. (2026). Presidential studies sebagai paradigma baru dalam pendidikan politik di Indonesia: Sebuah kajian konseptual. MANDALA WIDYA: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 19–28. https://doi.org/10.71094/mandalawidya.v2i1.182

Haitomi, F., Sari, M., & Isamuddin, N. F. A. B. N. (2022). Moderasi beragama dalam perspektif Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Wasatiyyah, 1(1), 66–83. https://al-wasatiyah.uinjambi.ac.id/index.php/jrm/article/view/2

Huang, X. (2019). Understanding Bourdieu: Cultural capital and habitus. Review of European Studies, 11(3), 45–52. https://doi.org/10.5539/res.v11n3p45

James C. Scott. (1990). Domination and the arts of resistance: Hidden transcripts. Yale University Press.

Langgar, D., Karang, D., & Rubaru, K. (2021). Sumenep, NU Online Jatim. November, 4–7.

Maulidi, A., Wardi, M., Mubarok, G., & Ahmad, A. (2022). Pendidikan karakter Islami dalam tradisi Nyabis masyarakat Madura. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(2), 76–84. https://doi.org/10.18860/jpai.v8i2.16936

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Mufrihah, A., Ilfiandra, I., & Budiman, N. (2025). Nyabis tradition in Madura: A meta-ethnographic study. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 9(1), 29–41. https://doi.org/10.22219/satwika.v9i1.36966

Mukarromah, L., Putri, H. L., & Ubaidillah, I. (2025). Ekosistem moderasi beragama dalam pendidikan di Madura. Journal of Communication in Tourism, Culture and Education, 1(1), 23–32. https://doi.org/10.52620/jctce.v1i1.112

Oliver Roy. (2010). Holy ignorance: When religion and culture part ways. Columbia University Press.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal. (2018). https://jdih.kemdikbud.go.id/arsip/Permendikbud_Tahun2018_Nomor20.pdf

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2026–2029. (2026).

Solichin, M. M. (2018). Pendidikan Islam moderat dalam bingkai kearifan lokal (Studi pada Pondok Pesantren Al-Amin Prenduan Sumenep Madura). Jurnal Mudarrisuna, 8(1), 174–194. https://doi.org/10.22373/jm.v8i1.2950

Thomas Lickona. (2012). Educating for character: Mendidik untuk membentuk karakter (J. W. Wamaungu, Trans.; U. Wahyuddin & Suryani, Eds.). Bumi Aksara.

Published

04-07-2026

Data Availability Statement

semua data yang dihasilkan dan dianalisis selama penelitian ini telah dimasukkan ke dalam artikel ini

Issue

Section

Articles

How to Cite

Helyati, H., & Solichin, M. M. (2026). Tradisi Nyabis Dalam Pendidikan Karakter Keluarga Madura: Resistensi Kultural Terhadap Ekstremisme Keagamaan. IHSAN: Jurnal Penelitian Dan Pendidikan Islam, 2(1), 153-166. https://doi.org/10.66031/ihsan.v2i1.524